Ruang Bersua Jalan Beledang Tawarkan Menu Makanan Khas Melayu- Minang dan Fasilitas Lengkap
Kedai kopi Ruang Bersua yang berada di Jalan Beledang, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai,
PEKANBARU --(KIBLATRIAU.COM)--
ADA satu tempat kedai kopi bergaya rumahan di kawasan Jalan Beledang, Kekurajan Tangkerang Barat Kecamatan Marpoyan mulai menarik perhatian pengunjung. Kedai bernama Ruang Bersua ini dikenal sebagai “hidden gem” karena lokasinya agak tersembunyi, namun menawarkan suasana nyaman dan fasilitas yang cukup lengkap.
Mengusung konsep ala rumahan, Ruang Bersua menghadirkan tempat nongkrong yang santai namun tetap fungsional. Pengunjung dapat menikmati fasilitas gratis seperti permainan PlayStation dan tenis meja. Selain itu, tersedia ruang VIP berpendingin udara yang dilengkapi televisi, cocok untuk pertemuan atau rapat kecil.
Dari sisi kuliner, kedai kopi ini menyajikan perpaduan menu khas Melayu dan Minang. Pilihannya beragam, mulai dari aneka mie, nasi goreng, hingga lontong dan camilan.
Salah satu menu yang direkomendasikan adalah mie sagu lembap dengan aroma harum dan cita rasa pedas yang menggugah selera. Selain itu, tersedia pilihan lontong seperti lontong pakis, lontong nangka, hingga lontong komplit dengan kuah sayur dan telur.
Untuk camilan, pengunjung dapat mencoba roti bakar srikaya. Srikaya yang digunakan merupakan buatan sendiri dengan rasa manis yang pas dan cocok dipadukan dengan kopi.
Pilihan minuman di Ruang Bersua juga cukup lengkap, mulai dari aneka kopi hingga teh. Fasilitas pendukung lainnya seperti kids corner, musala, dan baby chair turut tersedia, sehingga ramah bagi keluarga.
Ruang Bersua beroperasi mulai pukul 07.00 hingga 15.00 WIB. Lokasinya berada di Jalan Beledang, dengan akses masuk melalui Jalan Duyung, Pekanbaru. Kehadiran kedai ini menjadi alternatif menarik bagi masyarakat yang mencari tempat bersantai dengan suasana nyaman di pagi hingga siang hari.
Pemilik Kedai Kopi Ruang Bersua, H. Djamalus, menegaskan bahwa kedai kopi yang dirintisnya dirancang sebagai ruang yang mengedepankan kenyamanan, nilai kebersamaan, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Djamalus menyebutkan bahwa tempat ini dibangun sesuai arahan Walikota Pekanbaru yakni program Green City lalu seluruh tenaga kerja yang terlibat sekitar 12 orang berasal dari masyarakat sekitar.
“Ruang Bersua kami hadirkan sebagai wadah silaturahmi yang nyaman dan inklusif. Kami juga menerapkan prinsip berbasis syariah, di mana para pekerja mendapatkan sistem bagi hasil. Harapannya, hal ini dapat mendorong kemandirian ekonomi mereka ke depan,” tutur Djamalus. (RK).

Tulis Komentar