Wisuda Tahfiz Juz 30 Angkatan II dan Juz 29 Angkatan I SD Muhammadiyah 5 Berlangsung Khidmat dan Istimewa
KEGIATAN wisuda tahfiz juz 30 Angkatan II dan juz 29 angkatan I Sekolah Dasar Muhammadiyah 5 berlangsung sangat khidmat dan istimewa di Jalan Todak , Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (14/5/2026).
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- KEGIATAN wisuda tahfiz juz 30 Angkatan II dan juz 29 angkatan I Sekolah Dasar Muhammadiyah 5 berlangsung sangat khidmat dan istimewa di Jalan Todak , Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kamis (14/5/2026). Para delegasi yang dari berbagai pihak turut hadir di antarnya: Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan bapak Sardius M,Pd.
Dalam sambutannya Sardius menghimbau agar orang tua menyekolahkan anak-anaknya di lembaga naungan Muhammadiyah. Program-program yang ditawarkan sangat relevan dengan perkembangan zaman, sehingga mampu bersaing dengan sekolah-sekolah berprestasi di kota Pekanbaru.
"Hari ini tantangan pendidikan sangat kompleks tambahnya, jika anak-anak kita tidak dibekali akhlak mulia dan hafalan Al-Qur’an. Oleh sebab itu, tidak menutup kemungkinan kelak mereka hanyut dalam degradasi moral yang semakin rusak," ujarnya
Beliau juga menantang pihak SD Muhammadiyah 5 agar senantiasa berinovasi dan mengembangkan program tahfiz ini dengan cabang-cabangnya.
Di samping sambutan dari bapak Kabid, Kepala Sekolah Muhammadiyah 5 Pekanbaru Ustadz Mulia Siregar, M.Pd menyampaikan bahwa sampai hari ini prestasi sekolah semakin meningkat. Dia juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan dan mendukung program-program sekolah.

Mulia Siregar juga menyampaikan rasa syukur atas capaian siswa pada wisuda tahfizh kali ini. "Jika pada wisuda angkatan pertama siswa baru menyelesaikan Juz 30. Kini pada wisuda kedua sudah meningkat ke Juz 29," singkatnya.
Di akhir pernyataannya, Mulia Siregar menutup dengan harapan agar sinergi antara sekolah dan pemerintah terus terjalin demi mencetak generasi Qur’ani di Kota Pekanbaru.
Tak kalah serunya acara ini juga dihadiri oleh Dr. H. Saidul Amin. M.A rektor UMRI Pekanbaru dan UMRI Perlis Malaysia. Kehadiran orang nomor satu MUI Riau ini bukan sebagai tamu biasa, tetapi pemberi ceramah agama. Sebelum mulai berceramah, beliau sempat menyampaikan kabar gembira bahwa dalam waktu dekat UMRI akan membuka jurusan tafsir-hadis internasional dan mengajak para pengajar untuk ikut berkontribusi di UMRI.
Dalam tausiahnya, Saidul Amin menyampaikan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah-sekolah Muhammadiyah sangat tinggi. Beberapa waktu yang lalu, ada seorang bapak dari Batam secara mengejutkan memberi amanah berupa penyerahkan sekolah beserta tanah dan bangunannya senilai 60 miliar lebih.
Tantangan pendidikan masa depan semakin kompleks. Jika ada orang yang ingin belajar agama tidak perlu mendatangi ustad, jika orang ingin belajar matematika tidak perlu mencari guru, apapun profesi akan digantikan oleh robot.

Perkembangan teknologi yang super cepat akan menggeser posisi manusia dalam banyak hal. Permasalahannya, apa pekerjaan yang tidak bisa digantikan robot?
Secara singkat beliau menyampaikan, transformasi nilai (value traspormation) menjadi satu-satunya yang tidak bisa digantikan robot.
"Maka oleh karena itu, seorang guru harus mewariskan nilai-nilai akidah dan akhlak kepada anak didik mereka dengan ideologi yang sejalan dengan Al-Qur’an dan sunnah.
Ideologi bukan sekedar narasi tanpa aksi. Sudah saatnya sekolah-sekolah Muhammadiyah membumikan nilai-nilai akidah dan akhlak secara totalitas. Jika sekolah ini ingin maju, maka lakukan sesuatu yang berbeda dari yang lain, sehingga anak dan orang tua merasakan sesuatu yang baru dalam hidup mereka," papar Saidul Amin.
Untuk menjewantahkan nilai-nilai tersebut harus memenuhi dua syarat yaitu head dan heart. Head bermakna kepala, maksudnya ilmu yang ditransfer tidak terhenti di kepala. Karena berpotensi menjadikan anak didik yang sekuler dan liberal. Oleh sebab itu, poin ke dua heart (hati) harus mampu mengontrol ilmu. Hati yang dimaksud ialah iman. Ilmu dan iman harus sejalan. (WD)

Tulis Komentar