Raih Kebahagiaan Dunia dan Akhirat

Tiga Nasihat Rasulllah Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Uqbah bin Amir RA

Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

Oleh : Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

SUATU hari, sahabat Uqbah bin Amir ra. bertanya kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam"Wahai Rasulullah, apakah jalan keselamatan?" Beliau kemudian memberikan tiga nasihat yang ringkas, namun penuh makna:

أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسَانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلَى خَطِيئَتِكَ

Jagalah lisanmu, hendaklah rumahmu membuatmu lapang dan menangislah karena dosa dosamu. (HR. Tirmizi)

Berdasarkan riwayat di atas terdapat tiga pesan berharga Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam kepada Uqbah bin Amir agar selamat dunia akhirat. Nasihat-nasihat tersebut ialah:

1.    Menjaga Lisan

Lisan merupakan salah satu nikmat tersebar yang dianugerahkan Allah swt kepada umat manusia. Dengannya seseorang bisa berdakwah dengan hikmah, membaca Al-Qur’an dengan fasih, berdzikir dengan lantang, memberi nasihat dengan baik dan menjaga marwah di hadapan manusia. Namun di sisi lain, lisan juga dapat menjerumuskan, membinasakan dan menghabiskan amal ibadah. Oleh karenanya, lisan seperti dua mata pisau, bila seseorang tidak mampu menggunakan dengan baik niscaya akan melukainya.

Suatu hari Daud AS meminta Lukman Al-Hakim menyembelih seekor kibas dan berpesan untuk membawakan kepadanya dua daging terbaik hewan tersebut. Setelah proses penyembelihan selasai, Lukman pun bergegas menyerahkan lidah dan hati kepada tuanya. Beberapa waktu kemudian, Daud AS Kembali memerintahkan Lukman untuk menyembelih seseorang kibas lalu minta untuk dibawakan dua daging terburuk. Setelah penyembelihan usai, Lukman pun menyerahkan lidah dan hati, lalu kemudian Daud AS dan bertanya:

"Wahai Lukman, kala aku meminta bagian yang terbaik dari hewan ini, engkau membawa lidah dan hati. Ketika aku meminta bagian yang terburuk, engkau juga membawa lidah dan hati. Mengapa demikian?" Tanya Daud AS tegas!

"Tidak ada sesuatu yang lebih baik daripada keduanya apabila keduanya baik. Dan tidak ada sesuatu yang lebih buruk daripada keduanya apabila keduanya buruk." Jawab Lukman dengan sederhana. (Ibnu Katsîr, Tafsîr Al-Qur’ân Al-Azhîm, 6/333)

Dari kisah singkat di atas, dapat dipetik hikmah bahwa sebaik apapun perbuatan seseorang namun jika tidak bisa menjaga lisannya niscaya akan dicap orang yang berprilaku buruk. Karena pada umumnya manusia menilai seseorang dari sikap, perbuatan dan ucapan. Oleh sebab itu, hendak menjaga lisan agar selamat dari api neraka.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لَا يَتَبَيَّنُ فِيهَا، يَزِلُّ بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu perkataan tanpa dipikirkan terlebih dahulu, lalu ia tergelincir ke dalam neraka lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat." (HR.  Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap ucapan seorang muslim. Tidak sedikit orang yang menganggap remeh perkataan yang keluar dari lisannya, padahal satu kalimat yang diucapkan tanpa ilmu, tanpa pertimbangan, atau tanpa kesadaran dapat mendatangkan dosa yang besar di sisi Allah swt. Karena itu, seorang mukmin dituntut untuk berhati-hati sebelum berbicara, memastikan bahwa perkataannya mengandung kebenaran, kebaikan, dan tidak menimbulkan mudarat bagi dirinya maupun orang lain.

2.    Memperbanyak Di Rumah

Hari ini begitu banyak fitnah dan godaan yang menyesatkan manusia dari jalan kebenaran. Fitnah dan godaan itu tidak hanya datang dari diri sendiri, melainkan dari pergaulan dan lingkungan. Berbagai aliran yang sesat, budaya yang merusak akhlak dan ajakan yang mengikuti hawa nafsu tidak terhindarkan. Akibat dari itu semua banyak orang yang kehilangan orientasi hidup dan rusaknya akidah terutama di akhir zaman. Maka ketika itu, sikap yang terbaik dilakukan seseorang berdiam diri di rumahnya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

سَتَكُونُ فِتَنٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْقَائِمِ وَالْقَائِمُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي

Akan terjadi berbagai fitnah. Orang yang duduk ketika fitnah itu terjadi lebih baik daripada yang berdiri, yang berdiri lebih baik daripada yang berjalan, dan yang berjalan lebih baik daripada yang berlari menuju fitnah tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim)

Riwayat di atas sebuah isyarat bahwa ketika fitnah, kekacauan, dan kesamaran (subhat) antara kebenaran dan kebatilan semakin meluas, seorang muslim segera menjauh agar terhindar dari percikan-percikan fitnah yang dapat menyambarnya. Adapun makna lain berdiam diri di rumah ialah menghindari ghibah dan membicarakan perkara-perkara batil. At-Thîbi berkata: "Lakukanlah hal-hal yang menjadi sebab engkau betah tinggal di rumah, seperti menyibukkan diri dengan mengingat Allah, merasa tenteram dengan ketaatan kepada-Nya, dan menyendiri dari berbagai kesibukan yang melalaikan." (Sulthan Ali Al-Qâri, Murqâtul Mafâtîh Syarhu Misykâtul Mashâbîh, 9/74).

Perkatan At-Thîbi di atas merupakan sebuah nasihat berhaga agar seorang muslim menjadikan rumah sebagai tempat yang dipenuhi dengan zikir, ibadah, dan ketaatan kepada Allah swt. Dengan menyibukkan diri pada hal-hal yang bermanfaat dan menjauhi berbagai kesibukan yang melalaikan, hati akan memperoleh ketenangan, keimanan semakin kuat, dan diri lebih terjaga dari fitnah serta godaan yang dapat merusak agama. Rumah yang dihidupkan dengan ketaatan bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga menjadi benteng keselamatan bagi seorang mukmin.

3.    Menangisi Dosa

Pada bagian ketiga ini seseorang memperhatikan bagaimana pentingnya muhasabah dan intropeksi diri. Sebab muhasabah dapat mendorong seseorang untuk mengingat apa yang telah dilakukan selama menjalani kehidupan. Tentu sudah banyak banyak dosa yang dilakukan baik sengaja maupun tidak disenjagan, dan dalam waktu bersamaan ia harus menutupinya dengan memperbanyak amala shaleh. Allah Subhanahu Waatala sangat senang dengan hamba-Nya yang suka bertaubat, bahkan membuka pintu taubat bagi yang berbuat dosa pada siang hari, dan menerima taubat saat melakukan dosa pada malam hari.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

عَنْ أَبِي مُوسَى الْأَشْعَرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ، حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا

Dari Abu Musa Al-Asy'ari ra., Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Yang Mahamulia lagi Mahaagung membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar orang yang berbuat dosa pada siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar orang yang berbuat dosa pada malam hari bertaubat, hingga matahari terbit dari sebelah barat." (HR.  Muslim)

Tangisan tersebut bukan sekadar ekspresi emosional, melainkan cerminan penyesalan yang mendalam atas kesalahan yang telah dilakukan. Penyesalan inilah yang menjadi pintu menuju taubat, sedangkan taubat merupakan jalan kembali kepada Allah Subhanahu Waatala.Semakin seseorang menyadari dosanya, semakin besar pula keinginannya untuk memohon ampunan dan memperbaiki amal perbuatannya.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat tiga pesan  Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam kepada Uqbah bin Amir sebagai perwakilan umat ini yang relevan sepanjang zaman. Pertama, menjaga lisan agar tidak mengucapkan perkataan yang mendatangkan dosa dan kebinasaan. Kedua, menjadikan rumah sebagai tempat ketenangan, ibadah, dan perlindungan dari berbagai fitnah yang dapat merusak agama dan akhlak. 

Ketiga, senantiasa bermuhasabah, menyesali dosa, serta memperbanyak taubat kepada Allah Subhanahu Waatala. Ketiga nasihat ini menunjukkan bahwa keselamatan seorang muslim terletak pada kemampuan mengendalikan ucapan, menjaga diri dari lingkungan yang buruk, dan selalu memperbaiki hubungan dengan Allah Subhanahu Waatala melalui taubat yang tulus. Dengan mengamalkannya, seorang mukmin dapat meraih kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat.***
 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar