Materi Transisi Bertahan ke Menyerang jadi Fokus Kursus Pelatih Lisensi D
kegiatan Kursus Pelatih Lisensi D PSSI yang dipandu instruktur Philip Hansen Maramis dibantu dua orang asisten CE, Agus Rianto dan Yayan, Kamis (2/7/2026).
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Pelaksanaan kegiatan Kursus Pelatih Lisensi D PSSI yang dipandu instruktur Philip Hansen Maramis dibantu dua orang asisten CE, Agus Rianto dan Yayan memasuki hari ke empat dengan materi transisi permainan.
Pada pertemuan Kamis (02/07/26) di Hotel Olgaria Pekanbaru peserta mendapat pembelajaran mengenai transisi dari bertahan ke menyerang. Salah satu aspek penting dalam sepak bola modern.
Dalam sesi praktik di lapangan, Philip Hansen menekankan pentingnya reaksi cepat setelah tim berhasil merebut bola. Menurutnya, setiap pemain harus mampu mengambil keputusan dengan tepat agar momentum serangan dapat dimanfaatkan secara maksimal sebelum lawan kembali menyusun pertahanan.
Materi yang diberikan meliputi organisasi tim saat bertahan, proses merebut penguasaan bola, hingga membangun serangan cepat melalui pergerakan tanpa bola, umpan progresif, dan penyelesaian akhir.
Seluruh peserta mengikuti latihan secara aktif dengan berbagai simulasi permainan sesuai konsep Filosofi Sepak Bola Indonesia (FILANESIA).
Pada kesempatan ini, Philip Hansen berharap para calon pelatih tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan metode latihan yang terstruktur saat membina pemain usia dini maupun tim yang mereka tangani. "Penguasaan fase transisi menjadi salah satu kunci untuk membangun tim yang efektif dan kompetitif di era sepak bola modern. Oleh sebab itu, setiap pelatih harus bisa menerapkan semua metode kepada anak didiknya, " tutur Philip..(Syamsir Suryana).

Tulis Komentar