Nikmat Terbesar dari Allah Subhanahu Waatala

Menghargai Waktu dengan Baik

Ustadz Wandi Bustami Lc MAg

Oleh : Ustadz Wandi Bustami Lc MAg


   WAKTU merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah Subhânahu Wata’âla karuniakan kepada munusia. Setiap detik yang dilalui sangat berharga, karena ia tidak pernah kembali, orang arab berkata: walan tarji’al ayyâm allati madhot (hari-hari yang telah berlalu tidak akan pernah kembali). Begitulah hakikat waktu, ia terus bergerak dan tidak pernah menoleh ke belakang. Maka di sini, seseorang harus menyadari betapa pentingnya waktu. Banyak ayat Al-Qur’an maupun hadis Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam yang mengingatkan kita perihal waktu.

Allah Subhânahu Wata’âla berfirman:

وَالْعَصْرِ ۝١ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝٢ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ۝٣

Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran. (QS. Al-‘Asr: 1-3).

Ayat ini mengingatkan kita sebagai manusia untuk menghargai waktu, sebab apabila menyia-nyiakannya niscaya termasuk orang-orang yang merugi. Rugi yang dimasuk tidak hanya bersifat non materi, melaikan hilangnya kesempatan untuk amal shaleh, menuntut ilmu, memperbaiki diri dan bertaubat kepada Allah Subhanahu Waatala. Hasan Al-Bashri berkata:

يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ، فَإِذَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ.

"Wahai anak Adam, sesungguhnya engkau hanyalah kumpulan hari. Apabila satu hari berlalu, maka hilanglah sebagian dari dirimu." (Abdul Azîz Salmân, Mawâriduzzham’ân li durûsizzamân, 4/626).

Ungkapan di atas mengajak setiap muslim untuk menghargai waktu, sebab betapa banyak orang merasa usianya bertambah setiap tahun, namun hakikatnya umur justru semakin berkurang. Dengan demikian, siapa yang tidak pandai memanfatkan waktu niscaya waktu tersebut akan menebasnya. Para ulama berkata:"Waktu itu bagaikan pedang. Jika engkau tidak memanfaatkannya (memotongnya), maka ia akan 'memotongmu'." (Abdul Fattâh Abu Ghuddah, Qîmatuzzamân ‘indal ulamâ, 24).

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam bersabda:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi bersabda:"Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu (lalai) dalam memanfaatkannya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR.  Bukhari)

Hadis ini menjadi pengingat bahwa kesehatan dan waktu luang tidak bersifat abadi. Keduanya dapat hilang kapan saja. Oleh sebab itu, seorang muslim hendaknya memanfaatkan keduanya sebaik mungkin sebelum datang sakit, kesibukan, usia tua, atau bahkan kematian.

Ibnul Jauzi berkata:

يَنْبَغِي لِلْإِنْسَانِ أَنْ يَعْرِفَ شَرَفَ زَمَانِهِ، وَقَدْرَ وَقْتِهِ، فَلَا يُضَيِّعَ مِنْهُ لَحْظَةً فِي غَيْرِ قُرْبَةٍ.

Seorang hendaknya mengetahui kemuliaan zamannya dan nilai waktunya, sehingga ia tidak menyia-nyiakan walau sesaat pun pada sesuatu yang tidak mendekatkannya kepada Allah. (Ibnul Jauzi, Shaidul Khâthir, 22)
Ungkapan ini menunjukkan betapa tinggi perhatian para ulama terhadap waktu. Menurut Ibnul Jauzi, seseorang tidak akan mampu memanfaatkan waktunya dengan baik sebelum ia menyadari bahwa waktu adalah nikmat yang sangat berharga. Kesadaran inilah yang akan melahirkan sikap disiplin, produktif, dan senantiasa mengisi hari-harinya dengan hal-hal yang bernilai di sisi Allah Subhanahu Waatala.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa waktu merupakan nikmat Allah Subhanahu Waatala yang sangat berharga serta tidak akan pernah kembali setelah berlalu. Al-Qur'an, hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan nasihat para ulama menegaskan bahwa manusia akan merugi apabila menyia-nyiakan waktunya, karena setiap detik yang hilang berarti berkurangnya kesempatan untuk beriman, beramal saleh, menuntut ilmu, memperbaiki diri, dan bertaubat. Oleh sebab itu, setiap muslim hendaknya memanfaatkan kesehatan dan waktu luang sebaik-baiknya sebelum datang sakit, kesibukan, usia tua atau kematian.***

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar