Panas Politik di Ekuador

Usai Kampanye, Capres Ditembak Mati

.Fernando Villavicencio

JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Kandidat calon presiden (capres) yang telah berkampanye melawan korupsi dan geng kejahatan di Ekuador ditembak mati saat melakukan kampanye.Fernando Villavicencio, anggota majelis nasional Ekuador, diserang saat meninggalkan acara yang diselenggarakan di ibu kota, Quito, pada Rabu (09/08).Dia adalah salah satu dari sedikit kandidat capres yang menuduh pejabat pemerintah Ekuador memiliki kaitan dengan tindakan kejahatan yang terorganisasi.

Geng kriminal bernama Los Lobos (Serigala) telah mengaku bertanggung jawab sebagai eksekutor.Los Lobos adalah geng terbesar kedua di Ekuador dengan sekitar 8.000 anggota. Banyak di antaranya berada di balik jeruji besi.Baru-baru ini, geng tersebut terlibat dalam sejumlah perkelahian di penjara, di mana puluhan narapidana dibunuh secara brutal.Los Lobos, faksi yang memisahkan diri dari geng Los Choneros, diyakini memiliki hubungan dengan Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG) yang berbasis di Meksiko, yang memperdagangkan kokain.

Kecurigaan atas pembunuhan itu pertama kali dituduhkan kepada Los Choneros, yang mengancam Villavicencio minggu lalu. Namun, dalam sebuah video, Los Lobos mengaku bertanggung jawab, di mana anggota geng yang mengenakan balaclava, menunjukkan simbol geng, dan memamerkan senjata mereka.Secara historis, Ekuador merupakan negara yang relatif aman dan stabil di Amerika Latin, tetapi dalam beberapa tahun terakhir angka kejahatannya meningkat.Hal itu dipicu oleh meningkatnya kehadiran kartel narkoba Kolombia dan Meksiko, yang menyusup ke geng kriminal lokal.Pembunuhan itu terjadi kurang dari dua minggu sebelum pemilihan presiden, di mana masalah ketidakamanan menjadi perhatian utama.Ekuador adalah negara terkecil di Amerika Selatan, yang berada di jalur pegunungan Andes, dan berada di bawah garis ekuator (sesuai namanya) antara Kolombia dan Peru.


Dia adalah salah satu dari delapan kandidat yang mencalonkan diri dalam pemilihan presiden putaran pertama dengan fokus pada pemberantasan korupsi. Dia dan timnya diancam oleh pemimpin geng yang terkait dengan perdagangan narkoba.Dulunya Ekuador merupakan negara yang relatif damai. Ekuador telah dirusak oleh kedatangan kartel narkoba internasional yang mendapat untung dari ledakan perdagangan kokain - dan masalah ini semakin penting dalam kampanye pemilihan presiden.Kartel-kartel menggunakan Ekuador, yang memiliki infrastruktur bagus dan pelabuhan besar, untuk menyelundupkan kokain yang diproduksi di negara tetangga, Kolombia dan Peru, ke AS dan Eropa.

Mereka mengancam dan menargetkan siapa saja yang menurut mereka menghalangi jalan mereka.Fernando Villavicencio, seorang anggota kongres dan mantan jurnalis, mengutuk apa yang dia sebut sebagai "pendekatan yang lembek terhadap para geng", mengatakan bahwa jika dia berkuasa, akan ada tindakan keras.Villavicencio, yang menikah dan memiliki lima anak, adalah salah satu dari delapan kandidat capres pada putaran pertama pemilu - meskipun dia bukan calon terdepan dan hanya memperoleh suara rata-rata.

Dia bukan politisi pertama yang dibunuh. Pada bulan lalu, wali kota Manta ditembak mati, sedangkan pada Februari, seorang calon wali kota Puerto Lpez tewas.Namun, penembakan calon presiden di sebuah acara publik di ibu kota adalah serangan paling berani sejauh ini dan menunjukkan bukti yang mengejutkan terkait kekuatan para geng.Saksi mata mengatakan Villavicencio diserang saat dia meninggalkan acara kampanye sekitar pukul 18:20 (00:20 GMT) waktu setempat.Acara tersebut diadakan di distrik keuangan Quito, di gedung yang dulunya merupakan sebuah sekolah.Rentetan tembakan terdengar saat pria berusia 59 tahun itu masuk ke dalam mobil yang berada di luar gedung, setelah dia bertemu dengan para pendukungnya.

Paman Villavicencio, Galo Valencia, menggambarkan saat keponakannya terbunuh: "Kami hanya beberapa meter dari sekolah ketika kami dihujani sekitar 40 peluru."Valencia mengatakan keponakannya terkena tiga peluru di kepala.Carlos Figueroa, saksi lain, mengatakan "30 detik setelah dia [Fernando Villavicencio] pergi melalui pintu utama, tembakan dimulai".Video dari dalam gedung menunjukkan para pendukung yang panik mencari perlindungan.Dalam kekacauan itu, sembilan orang lainnya terluka, termasuk seorang calon anggota majelis negara dan dua petugas polisi, kata pihak kejaksaan.

Tersangka juga ditembak dalam baku tembak dengan petugas keamanan dan kemudian tewas karena luka-luka yang dialaminya, kata jaksa agung negara itu di media sosial.Enam orang telah ditahan oleh polisi sehubungan dengan pembunuhan tersebut setelah penggerebekan di Quito, tambah mereka.Status darurat telah diumumkan dan presiden saat ini, Guillermo Lasso. Ia bersumpah "kejahatan tidak akan dibiarkan begitu saja".Lasso, yang tidak akan ikut pemungutan suara, mengatakan dia "marah dan terkejut" dengan pembunuhan itu. Dia mengatakan: "Kejahatan yang terorganisasi telah berkembang pesat, tetapi beban hukum sepenuhnya akan menimpa mereka."

Pelopor dalam jajak pendapat, Luisa Gonzlez yang menyampaikan solidaritas terhadap keluarga Villavicencio, menambahkan: "Tindakan keji ini tidak akan dibiarkan begitu saja."Mantan wakil presiden dan sesama kandidat capres, Otto Sonnenholzner, juga mengirimkan "belasungkawa terdalam dan solidaritas yang mendalam" kepada keluarga Villavicencio."Semoga Tuhan menjaganya dalam kemuliaan-Nya," tulisnya. "Negara kita sudah hilang kendali.(Net/Hen)

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar