Bahas Tentang Qada dan Qadar, Inilah Paparan Ustadz Rino Agung
Ustadz Rino Agung SPdi saat menyampaikan santapan rohani ramadhan, Sabtu (28/2/2026)
PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)---Waktu terus berjalan dengan cepat. Tanpa terasa sudah memasuki malam yang ke sebelas bulan ramadhan. Kali ini, ustadz yang menyampaikan tausiah atau santapan rohani ramadhan di Masjid Nurul Muhsinin yang berada di Jalan Ikan Mas, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai ustadz Rino Agung SPdi, Sabtu (28/2/2026).
Sebelum menyampaikan ceramah agama, ustadz Rino Agung mengucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT. Selain itu, tidak lupa pula, ustadz Rino Agung menghadiahkan salawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebab jika banyak bersalawat atas Nabi Muhammad SAW akan diberikan safaat dan diakui sebagai umatnya di akherat kelak.Amin ya rabbal alamin. Ustadz Rino Agung juga mengucapkan kemuliaan kepada ketua masjid, ketua panitia ramadhan serta para jamaah yang dibanggakan .
Pada tausiah ini, ustadz Rino membahas tentang
Qada dan qadar (takdir) adalah rukun iman ke-6 dalam Islam, merujuk pada keyakinan bahwa segala sesuatu di alam semesta—baik baik maupun buruk—terjadi atas ketetapan, kehendak, dan ukuran Allah SWT sejak zaman azali. Selain itu, terang ustadz Rino makna Qada adalah ketetapan/rencana Allah SWT, sedangkan qadar adalah perwujudan/realisasi rencana tersebut.

Secara detail mengenai qada dan qadar Dimana, Qada: Ketetapan atau hukum Allah sejak zaman azali yang bersifat mutlak dan tidak dapat diubah (contoh: kematian, kelahiran, jenis kelamin). Kemudian
Qadar: Realisasi atau perwujudan dari qada yang berlaku pada makhluk-Nya, yang seringkali dapat diubah melalui usaha (ikhtiar) dan doa (contoh: kepandaian, kesehatan, rezeki).
Contoh: Kematian adalah qada (pasti terjadi), sedangkan menjadi pintar melalui belajar adalah qadar (perwujudan yang diusahakan.
Ditambahkan ustadz Rino Agung bahwa ada dua jenis takdir dalam pandangan ulama dibagi dalam dua macam. Adapun dua itu antara lain, Takdir Mubram dan Takdir Muallaq. Pembagian ini menggambarkan keseimbangan antara ketetapan mutlak Allah SWT dan peran ikhtiar atau usaha manusia dalam menentukan nasibnya.
Takdir Mubram adalah ketetapan Allah SWT yang bersifat mutlak, pasti terjadi, dan tidak dapat diubah oleh manusia. Seperti jenis kelamin, kelahiran, kematian (ajal), dan kiamat. Kemudian takdir Muallaq yaitu ketetapan Allah SWT yang digantungkan pada usaha, doa, dan ikhtiar manusia. Contohnya seperti kepandaian, rezeki, atau kesehatan yang bisa diubah dengan usaha sungguh-sungguh. "Dimana, konsep ini mengajarkan umat muslim untuk berikhtiar maksimal (menghadapi takdir muallaq) dan bertawakal serta bersabar atas ketetapan yang tidak bisa diubah (menghadapi takdir mubram). Secara ringkas, beriman kepada qada dan qadar mengajarkan manusia untuk berikhtiar maksimal. Namun tetap berserah diri kepada Allah SWT atas hasil akhirnya,"papar ustadz Rino Agung.
Sambung ustadz Rino Agung, pada momen bulan ramadhan yang penuh berkah ini, supaya memperbanyak melakukan amal ibadah serta meminta ampun kepada Allah SWT. " Bulan ramadhan ini penuh keberkahan dan bulan ampunan. Oleh sebab itu, berdoa dan minta ampun. Mudah-mudahan semua dosa yang kita lakukan, pada bulan ramadhan ini diampuni oleh Allah SWT. Dan yang terpenting kita selalu ikhlas atas ketetapan dari Allah SWT, sehingga kita akan mendapatkan rahmat dan karunia Allah SWT, " tutur ustadz Agung. ***

Tulis Komentar