Tekuk Prancis 2-0, Spanyol Lolos ke Babak Final
Pemain Spanyol Lamine Yamal mengejar bola dibayangi pemain Prancis Bradley Barcola (12) dalam laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Prancis vs Spanyol di Arlington, Texas, dekat Dallas, Selasa, 14 Juli 2026. (
Bola.com--(KIBLATRIAU.COM)-- Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps, mengakui timnya tampil jauh dari performa terbaik saat kalah 0-2 dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026 di Arlington, Texas, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB. Menurut Deschamps, Les Bleus kehilangan kualitas teknik yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama mereka."Untuk memiliki peluang menang, kami harus tampil dalam performa terbaik. Sayangnya, kami tidak melakukannya," ujar Deschamps, seperti dikutip dari ESPN. Prancis harus mengakui keunggulan Spanyol setelah kebobolan melalui penalti Mikel Oyarzabal pada babak pertama. La Furia Roja kemudian menggandakan keunggulan lewat gol Pedro Porro pada menit ke-58 setelah menerima umpan Dani Olmo.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Spanyol. Saat Porro mencetak gol kedua, Spanyol sudah melepaskan delapan tembakan, sedangkan Prancis baru memiliki dua percobaan. Selain itu, Spanyol juga memenangkan 60 persen duel sepanjang pertandingan.Prancis akhirnya menuntaskan laga dengan 10 tembakan, tetapi hanya tiga yang tepat sasaran. Bahkan, hanya satu peluang yang tercipta dari dalam jarak 13 meter dari gawang lawan."Hari ini mereka bertahan dengan sangat baik. Mereka memberi kami ruang yang sangat sedikit," kata Deschamps."Ditambah lagi, kami melakukan banyak kesalahan teknik sehingga sangat sulit menciptakan ancaman bagi mereka. Level teknik kami berada di bawah apa yang sudah kami tunjukkan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya," ujarnya.
Salah satu faktor yang membuat Prancis gagal melangkah ke final adalah mandulnya lini serang.Sepanjang enam pertandingan sebelumnya di Piala Dunia 2026, trio Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, dan Michael Olise tampil luar biasa dengan koleksi gabungan 13 gol dan 10 assist.Namun, saat menghadapi Spanyol, ketiganya hanya mampu menciptakan lima percobaan tembakan dengan expected goals (xG) yang sangat rendah, yakni 0,15."Jika dibandingkan dengan mereka, kombinasi umpan kami jauh kalah. Mereka sangat bagus dalam membaca permainan dan memotong aliran bola," ujar Deschamps."Kami tidak menemukan solusi. Saya tidak ingin mengatakan bahwa kualitas menyerang dan teknik kami tiba-tiba hilang begitu saja, karena itu biasanya menjadi salah satu kekuatan kami."Namun, kami juga harus mengakui kualitas lawan. Saya tidak akan menghapus semua pencapaian yang telah kami raih hanya karena hasil ini. Tetapi saya ulangi lagi, menghadapi tim seperti Spanyol di semifinal Piala Dunia, Anda harus tampil 100 persen. Malam ini kami tidak berada di level tersebut," imbuh dia.
Selain mengkritik penampilan timnya, Deschamps juga mempertanyakan kepemimpinan wasit Iván Arcides Barton Cisnero.Gol pembuka Spanyol tercipta melalui penalti setelah Lamine Yamal dijatuhkan Lucas Digne di kotak terlarang. Insiden itu terjadi ketika Digne berusaha menyapu bola, tetapi lebih dulu mengenai Yamal.Deschamps memilih berhati-hati saat mengomentari keputusan tersebut, meski mengisyaratkan keraguannya terhadap kualitas sang pengadil lapangan.
"Kalau saya berbicara terlalu banyak, orang akan menganggap saya hanya mencari alasan karena kami kalah," ujar Deschamps."Tetapi saya ingin bertanya, apakah wasit benar-benar layak memimpin pertandingan semifinal? Bukan hanya soal penalti itu, tetapi juga beberapa keputusan lainnya. Saya tidak punya masalah pribadi dengan wasit malam ini, tetapi silakan Anda menilai sendiri.(Net/Hen)

Tulis Komentar