Kampar Tertinggi 3,21 Persen

BPS Provinsi Riau Catat Inflasi September 2026 Capai 2,79 Persen

PEKANBARU--(KIBLATRIAU.COM)-- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat inflasi year on year (y-on-y) di Riau pada September 2026 sebesar 2,79 persen. Angka tersebut berdasarkan Indeks Harga Konsumen (IHK) yang berada di  level 114,27. Statistisi Ahli Madya BPS Riau, Fitri Hariyanti, mengatakan inflasi tahunan tersebut terjadi di seluruh kabupaten/kota yang menjadi wilayah penghitungan IHK di Riau. ''Pada September 2026 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Riau  sebesar 2,79 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 114,27,'' ungkap Fitri, Kamis (1/10/2026).

Fitri menerangkan, inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Kampar dengan angka 3,21 persen dan IHK sebesar 116,01. Sementara inflasi terendah tercatat di Kota Dumai sebesar 2,35 persen dengan IHK 114,31.Menurut Fitri, kenaikan harga sepanjang  periode tersebut tercermin dari meningkatnya indeks pada seluruh kelompok pengeluaran.''Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya seluruh indeks kelompok pengeluaran,” ujarnya.Kelompok pengeluaran yang  mengalami kenaikan tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,26 persen. Berikutnya kelompok transportasi sebesar 4,74 persen dan kelompok kesehatan sebesar 3,28 persen.

Kemudian kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran mengalami kenaikan sebesar 3,17 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 2,49 persen, serta makanan, minuman dan tembakau sebesar 2,08 persen.Sementara itu, kelompok informasi,  komunikasi dan jasa keuangan mengalami kenaikan 2,01 persen. Kelompok pendidikan naik 1,64 persen, perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga 1,52 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,74 persen, serta  pakaian dan alas kaki 0,48 persen.Selain secara tahunan, BPS juga mencatat perkembangan inflasi Riau berdasarkan periode bulanan dan sepanjang tahun berjalan.“Secara month to month (m-to-m) pada September 2026 Provinsi Riau mengalami inflasi  
sebesar 0,64 persen, dan secara year to date (y-to-d) Provinsi Riau mengalami inflasi sebesar 1,84 persen,'' pungkas Fitri.


Kunjungan Wisman Agustus 2026 Naik 3,08 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Riau mencapai 23.144 kunjungan pada Agustus 2026, atau naik 3,08 persen dibandingkan Juli 2026. Peningkatan kunjungan wisatawan asing  melalui pintu imigrasi dan jaringan seluler ini dibarengi dengan capaian Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Riau sebesar 49,99 persen.Total kunjungan tersebut merupakan gabungan dari pendataan melalui empat pintu masuk imigrasi  utama dan metode Mobile Positioning Data (MPD). Penambahan jumlah wisman ini didominasi oleh wisatawan asal Malaysia yang menyumbang hampir separuh dari total kunjungan.

“Pada Agustus 2026, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang tercatat datang ke Provinsi Riau melalui empat pintu utama masuk imigrasi mencapai 6.849 kunjungan,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Riau, Fitri Hariyanti, Kamis (1/10/2026).Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menjadi pintu imigrasi penerima wisman terbanyak, yakni mencapai 3.748 kunjungan. Sisanya masuk melalui Pelabuhan Dumai sebanyak 1.273 kunjungan, Pelabuhan Bengkalis 1.119 kunjungan, dan Pelabuhan  Tanjung Harapan Meranti 709 kunjungan.

Adapun pencatatan berbasis MPD di wilayah Kabupaten Bengkalis merekam sebanyak 16.295 kunjungan wisman. Secara keseluruhan, total 23.144 kunjungan pada Agustus 2026 mengalami pertumbuhan dari bulan sebelumnya yang berjumlah 22.452  kunjungan.Kendati tumbuh secara bulanan, total kunjungan wisman pada Agustus 2026 tercatat turun 10,51 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Komposisi asal wisman masih dipimpin warga Malaysia sebesar 47,27  persen, disusul Tiongkok 8,12 persen, Filipina 5,69 persen, dan India 4,08 persen.

Pergerakan wisatawan asing tersebut turut memengaruhi kinerja sektor jasa akomodasi di Provinsi Riau selama Agustus 2026. BPS Riau mengukur produktivitas hotel melalui indikator TPK dan rata-rata lama menginap para tamu.“TPK merupakan salah  satu indikator yang dapat mencerminkan tingkat produktivitas usaha jasa akomodasi. Jika TPK besar dan cenderung mendekati 100 persen, maka dapat diartikan bahwa sebagian besar kamar laku terjual,” kata Fitri Hariyanti.Fitri memaparkan bahwa TPK  hotel berbintang di Riau pada Agustus 2026 berada di angka 49,99 persen. Capaian ini menandakan sekitar separuh dari total kapasitas kamar hotel berbintang yang tersedia berhasil laku terjual setiap malam.

Secara bulanan, angka TPK Agustus 2026 mengalami penurunan 1,19 poin jika dibandingkan capaian Juli 2026 sebesar 51,18 persen. Namun secara tahunan, TPK ini naik 6,31 poin dari posisi Agustus 2025 yang berada di level 43,68 persen.Berdasarkan  kelas fasilitas, hotel bintang empat mencatatkan TPK tertinggi pada Agustus 2026 dengan tingkat hunian sebesar 60,80 persen. Di sisi lain, indikator Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) gabungan domestik dan asing di hotel berbintang berada pada  angka 1,34 malam.

“RLMT tamu asing pada Agustus 2026 tercatat 2,39 malam. Dengan angka tersebut, rata-rata tamu asing yang menginap di hotel berbintang Riau berada di hotel selama sekitar dua hingga tiga malam,” ujar Fitri Hariyanti.Durasi menginap tamu asing  tersebut terbukti lebih lama jika dibandingkan dengan tamu domestik yang rata-rata menginap selama 1,32 malam. Selain itu, kelompok hotel bintang empat menjadi pilihan favorit karena mencatat durasi menginap terpanjang untuk seluruh kategori tamu.

BPS Riau terus memperbarui secara berkala seluruh indikator statistik pariwisata dan perhotelan sebagai acuan perencanaan bagi para pemangku kepentingan. Data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah daerah serta pelaku industri ritel dan  pariwisata dalam merumuskan strategi promosi ke depan.***

 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar