Berani Bela Islam

Mengapa Hamzah bin Abdul Muthalib Dijuluki Singa Allah? Inilah Kisahnya

Ilustrasi Hamzah bin Abdul Muthalib.

JAKARTA--(KIBLATRIAU.COM)-- Hamzah bin Abdul Muthalib merupakan salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal karena keberanian dan kesetiaannya dalam membela Islam. Paman sekaligus saudara sepersusuan Rasulullah SAW ini memiliki peran penting dalam perjuangan kaum muslimin, terutama ketika menghadapi tekanan dari kaum Quraisy di Makkah.Keberanian Hamzah membuat namanya disegani lawan. Ia bahkan dikenal dengan julukan Asadullah atau Singa Allah. Julukan tersebut tidak terlepas dari keteguhan hatinya, kemampuannya di medan perang, serta keberaniannya melindungi Rasulullah SAW.Namun, perjalanan Hamzah menjadi pembela Islam tidak berhenti pada keberanian fisik. Kisah hidupnya juga memperlihatkan perubahan besar dalam dirinya, dari seorang yang dikenal tangguh menjadi pejuang yang mengabdikan diri untuk membela agama yang diyakininya.


Dikutip dari buku Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad: Dari Kelahiran hingga Detik-detik Terakhir karya Syekh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, Hamzah termasuk tokoh yang keislamannya memberikan pengaruh besar terhadap posisi kaum muslimin di Makkah.Hamzah merupakan putra Abdul Muthalib dari Haulah binti Wuhaib. Usianya tidak terpaut jauh dari Nabi Muhammad SAW. Keduanya juga memiliki hubungan dekat karena Hamzah merupakan paman sekaligus saudara sepersusuan Rasulullah SAW.Mengutip buku 99 Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an karya Ridwan Abqary, Hamzah dikenal sebagai sosok pemberani dan terampil dalam berperang. Keberaniannya membuat banyak orang Quraisy segan, termasuk mereka yang memiliki kedudukan tinggi di tengah masyarakat Makkah.

Sementara itu, dalam buku 40 Sahabat Nabi yang Memiliki Karamah karya Abdul Wadud Kasyful Humam, Hamzah digambarkan sebagai sosok yang memiliki kedekatan dengan Rasulullah SAW. Ia tidak membiarkan keponakannya dihina atau diperlakukan semena-mena.Salah satu peristiwa yang menunjukkan keberanian Hamzah terjadi ketika Abu Jahal menghina Nabi Muhammad SAW. Saat itu, Abu Jahal diketahui telah mencaci maki Rasulullah SAW. Peristiwa tersebut kemudian disampaikan kepada Hamzah oleh seorang perempuan yang menyaksikannya.Mendengar kabar itu, Hamzah langsung mendatangi Abu Jahal yang sedang berkumpul bersama sejumlah pemuka Quraisy. Ia tidak menghiraukan siapa saja yang berada di tempat tersebut.

Hamzah kemudian menghadapi Abu Jahal dan meluapkan kemarahannya karena penghinaan terhadap Rasulullah SAW. Dalam kisah yang dikutip dari buku Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad, Hamzah bahkan memukul Abu Jahal hingga terluka.Tindakan itu mengejutkan orang-orang yang hadir. Hamzah kemudian menyatakan keberpihakannya kepada Muhammad SAW di hadapan mereka.Peristiwa tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan hidup Hamzah. Keberaniannya membela Rasulullah menunjukkan bahwa hubungan keluarga dan rasa kasih sayang menjadi salah satu faktor yang mendorongnya mengambil sikap.

Keberanian Hamzah menghadapi Abu Jahal tidak hanya menjadi peristiwa yang dikenang dalam sejarah Islam. Peristiwa tersebut juga berkaitan dengan awal keislamannya.Menurut Syekh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri dalam Perjalanan Hidup Rasul yang Agung Muhammad, pada mulanya tindakan Hamzah dipengaruhi kemarahan karena Nabi Muhammad SAW dihina. Namun, keislamannya kemudian tumbuh menjadi keyakinan yang kuat.Hamzah akhirnya menyatakan diri memeluk Islam dan berdiri di sisi Rasulullah SAW.

Masuk Islamnya Hamzah menjadi perkembangan penting bagi kaum muslimin yang saat itu menghadapi tekanan dari kaum Quraisy. Kehadiran seorang tokoh yang dikenal berani dan memiliki kedudukan di tengah masyarakat membuat kaum muslimin memiliki tambahan kekuatan untuk menghadapi berbagai ancaman.Dalam buku tersebut, keislaman Hamzah juga disebut menjadi salah satu peristiwa yang membuat kaum Quraisy mulai mempertimbangkan kembali cara mereka menghadapi dakwah Nabi Muhammad SAW.Sejak saat itu, Hamzah tidak sekadar membela Rasulullah SAW karena hubungan kekerabatan. Ia juga mengambil bagian dalam perjuangan kaum muslimin untuk mempertahankan keyakinan mereka.

Keberanian Hamzah semakin terlihat ketika kaum muslimin menghadapi pasukan Quraisy dalam Perang Badar pada tahun kedua Hijriah.Perang Badar merupakan pertempuran besar pertama antara kaum muslimin dan kaum Quraisy setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah. Pertempuran ini menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah awal Islam.Dikutip dari buku Dua Pedang Pembela Nabi SAW karya Rizem Aizid, Hamzah dikenal sebagai salah satu pejuang yang menunjukkan keberanian dalam membela Islam.

Dalam Perang Badar, Hamzah turut berhadapan dengan pasukan Quraisy. Ia menjadi bagian dari kaum muslimin yang berjuang menghadapi lawan dengan jumlah pasukan yang lebih besar.Kemenangan kaum muslimin dalam pertempuran tersebut menjadi titik penting dalam perjalanan dakwah Islam. Hamzah pun semakin dikenal sebagai sosok yang tangguh di medan perang.Namun, kemenangan itu juga meninggalkan luka bagi pihak Quraisy. Sejumlah tokoh mereka tewas dalam pertempuran, termasuk orang-orang yang memiliki hubungan keluarga dengan Hindun binti Utbah.Peristiwa tersebut kemudian menjadi bagian dari latar belakang dendam yang berujung pada kematian Hamzah dalam Perang Uhud.

Setelah kekalahan di Badar, kaum Quraisy mempersiapkan diri untuk menghadapi kaum muslimin kembali. Pertempuran berikutnya terjadi di kawasan Gunung Uhud pada tahun ketiga Hijriah.Dalam perang tersebut, Hamzah kembali tampil sebagai salah satu pejuang muslim. Akan tetapi, ia menjadi sasaran serangan Wahsyi bin Harb, seorang budak yang berada di pihak Quraisy.Dalam sejumlah kisah sejarah Islam, Wahsyi disebut mendapat tugas membunuh Hamzah. Ia kemudian mengintai Hamzah dari kejauhan dan menunggu kesempatan ketika sang pejuang lengah di medan pertempuran.

Wahsyi akhirnya melemparkan tombaknya ke arah Hamzah hingga menyebabkan paman Rasulullah SAW itu gugur.Kematian Hamzah menjadi pukulan berat bagi Rasulullah SAW dan kaum muslimin. Kesedihan semakin mendalam ketika jenazahnya ditemukan dalam kondisi yang sangat memilukan setelah pertempuran.Buku Ensiklopedia Biografi Sahabat Nabi: Menyimak Kisah Hidup 154 Wisudawan Madrasah Rasulullah SAW karya Muhammad Raji Hasan Kinas turut mengisahkan kesedihan Rasulullah atas wafatnya Hamzah.

Dalam riwayat yang dikutip buku tersebut, Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah SAW sangat terpukul ketika melihat keadaan jenazah pamannya.Rasulullah SAW kemudian mendoakan Hamzah dan mengenang kebaikan serta hubungan kekerabatan yang telah dijaganya.Hamzah pun dikenang sebagai salah satu syuhada yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam.

Mengapa Hamzah Dijuluki Singa Allah?
Julukan Singa Allah yang disematkan kepada Hamzah bin Abdul Muthalib berkaitan erat dengan keberaniannya dalam membela Rasulullah SAW dan perjuangan kaum muslimin.Hamzah dikenal sebagai sosok yang tidak gentar menghadapi lawan. Ia berani berhadapan dengan para pemuka Quraisy, melindungi Nabi Muhammad SAW dari gangguan, serta mengambil bagian dalam pertempuran penting seperti Badar dan Uhud.Dalam buku Dua Pedang Pembela Nabi SAW karya Rizem Aizid, Hamzah disebut memiliki julukan Singa Allah dan pemimpin para syuhada.

Julukan tersebut mencerminkan keteguhan dan pengorbanannya dalam perjuangan Islam. Hamzah tidak hanya dikenal karena kekuatan fisiknya, tetapi juga karena kesediaannya mempertaruhkan nyawa demi keyakinan yang dipegangnya.Kisah Hamzah bin Abdul Muthalib menjadi pengingat bahwa keberanian bukan semata-mata soal kemampuan menghadapi lawan. Keberanian juga berkaitan dengan keteguhan mengambil sikap, kesetiaan kepada kebenaran, dan kesediaan menanggung risiko atas pilihan yang diyakini.Hamzah gugur di medan perang, tetapi namanya tetap dikenang sebagai salah satu sahabat Rasulullah SAW yang memberikan pengorbanan besar bagi umat Islam. Karena itulah, julukan Singa Allah terus melekat pada sosoknya hingga kini.(Net/Hen)
 


Berita Lainnya...

Tulis Komentar